ruang
ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang
ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang
ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang
ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang
ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang
ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang
ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang
ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang
ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang sesak
nazionalizme
AKU CINTA INDONESIA!
AKU DUKUNG INDONESIA!
AKU PEMUDA INDONESIA!
AKU MANUSIA INDONESIA!
tunggu sebentar… coba kita bercermin.
lihat dari ujung rambut sampai ujung kaki kita. apakah kita sudah benar2 indonesia?
jangan dulu berbicara banyak tentang nasionalisme jika kita lebih nyaman membalut diri kita dengan zara atau muji. menyandang gucci. atau beralaskan crocs.
karena kau adalah apa yang kau kenakan.
coba kita bayangkan, dari sepotong kemeja produk lokal terdapat banyak keringat saudara kita. mulai dari petani kapas, pemilin benang, penenun kain, pembuat warna, pembuat kancing, penjahit, beberapa sopir, penjual kain, penjual kancing, tukang bordir hingga pemilik usaha. ada semangat dan jerih payah mereka di dalam benda yg kita kenakan. keren kan?
ah jika masih terasa sulit, maka usahakan sebagian besar dari apa yg kita kenakan setiap harinya adalah produk lokal. saya rasa sekarang tidaklah sulit untuk memilih dan mencari, mengingat hampir pengusaha industri kreatif di bidang persandangan sudah memiliki akun jejaring sosial, berkembangnya berbagai concept store di pusat kota besar serta terfasilitasi oleh berbagai event-event setiap tahunnya.
lalu apa lagi yg kita tunggu? selama sandang masih menjadi kebutuhan primer manusia indonesia, maka sudah waktunya kita bertindak. jika belum atau tidak berniat untuk memproduksi sesuatu, minimal jadilah konsumen yang baik. konsumen yang menghargai dan menggunakan produk atau karya saudara setanah air.
jangan mengeluh soal kualitas. banyak opsi, dan kita cukup dewasa untuk mencari yang paling baik dari yang terburuk sekalipun.
jangan mengeluh soal harga. carilah yang sesuai dengan isi dompetmu.
selama kita nyaman berteriak lantang cinta indonesia dengan busana buatan mancanegara, maka kita tidak ubahnya serigala yang siap berjuang membela isi samudera. nasionalisme yang begitu hampa dan fana.
ah, jangan terlalu diambil pusing. ini sekedar pandangan sempit dari saya yang naif, yang berselera buruk dalam bersandang ria dan terkadang apatis dengan negara ini.
semoga Tuhan selalu memberikan rahmat bagi saya, anda, kita, dan negara ini.
bless
saya sejujurnya masih tidak menyangka tibanya hari ini.
mengingat semua yg saya lalui ada di luar imaji saya.
air limbah domestik. data sekunder langka. analisis regresi berganda. variabel dummy. penguji yang ganas. tenggat revisi kurang dari seminggu.
Tuhan memberikan banyak pelajaran hidup dalam fase yang saya lalui ini.
Dan saya bangga sudah melaluinya.
Terima kasih Tuhan atas hari ini.
Terima kasih atas ibu yang selalu sabar dan mendoakan anaknya
Terima kasih atas keluarga yang mengisi hari-hari saya
Terima kasih atas pendamping yg selalu mendukung dan membantu saya
Terima kasih atas sahabat-sahabat yang selalu memotivasi saya
Terima kasih atas teman-teman yang setia berdiri di samping saya
Tanpa kalian semua, fase ini hanya menjadi cameo dalam episode2 yg telah dan akan saya jalani. Terima kasih dan maaf.
regret
satu2nya hal yg mengganjal hari ini adalah saya tidak bisa mengabari aki saya bahwa saya sudah menyelesaikan studi saya
maaf saya terlalu lama
semoga selalu tenang disana ya ki
belum ada judul
- penguji : coba kamu jelaskan mengenai hasil analisis besar prediksi blablabla
- gue : jadi begini blablablablastwzwzwzuuaawiii
- penguji : ah argumen kamu itu salah blablablablastwzwzuaawiii
- gue : baik mungkin itu kesalahan interpretasi saya. saya terima masukan dari anda
- penguji : buat apa kamu ngaku salah?
- gue : (dalam hati) lah gue harusnya ngapain lagi? tari piring sambil handstand aja gitu?